Baca Juga: Minyak Rusia Makin Susah Dikepoin, Putin Batasi Data Harga hingga Rute Ekspor
Intinya sederhana, kalau ada masalah di lapangan yang membutuhkan polisi perempuan, ya harus ada perempuan yang bisa menjadi polisi.
Bukan cuma wacana, usulan tersebut kemudian benar-benar diwujudkan.
Pada 1 September 1948, Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi memberikan kesempatan kepada enam siswi pertama untuk mengikuti pendidikan polisi.
Baca Juga: Iming-iming Jadi Petugas Damkar Berujung Kerugian Rp70 Juta, Polisi Turun Tangan
Mereka adalah:
-
Mariana Saanin
-
Nelly Pauna
-
Rosmalina Loekman
-
Dahniar Sukotjo
-
Djasmainar
-
Rosnalia Taher
Keenam perempuan tersebut mengikuti pendidikan inspektur polisi bersama 44 siswa laki-laki.
Jadi, mereka bukan sekadar “ikut-ikutan masuk sekolah polisi”. Mereka benar-benar menjadi pelopor yang membuka jalan bagi generasi perempuan berikutnya.
Sejak saat itulah 1 September diperingati sebagai Hari Polwan.