Beritaonline.co - Gunung Anak Krakatau belakangan kembali mencuri perhatian.
Bukan karena erupsi besar seperti yang terjadi pada awal September, melainkan karena muncul fenomena unik di area kawah yang dari udara terlihat mirip telur ceplok.
Fenomena tersebut muncul setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mereda. Erupsi besar sebelumnya terjadi pada 3 September 2026.
Kini, aktivitas gunung api tersebut disebut lebih tenang dan tersisa berupa aktivitas kegempaan serta asap putih dari sisa aktivitas vulkanik.
Baca Juga: AS Warning Warganya: Jangan ke Iran, yang Masih di Sana Diminta Segera Pergi
Namun, ada satu pemandangan yang bikin penasaran. Di area kawah terlihat pola warna kuning dan putih yang sekilas benar-benar menyerupai telur ceplok.
Bagian tengahnya berwarna kuning, sementara bagian di sekelilingnya berwarna putih.
Kalau dilihat sekilas, mungkin yang terlintas adalah, “Kok gunung api bisa bikin telur ceplok?” Tenang, ini bukan sarapan raksasa di tengah kawah.
Fenomena tersebut ternyata memiliki penjelasan ilmiah dan berkaitan dengan proses alami yang terjadi di lingkungan kawah gunung api aktif.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Naik di 265 Daerah, Tembus Rp199 Ribu per Kilogram
Daryono menjelaskan fenomena yang terlihat seperti telur ceplok tersebut terjadi akibat interaksi antara air yang menggenang di dasar kawah dengan gas vulkanik, batuan, serta mineral yang berada di kawasan tersebut.
"Fenomena kawah Anak Krakatau yang tampak seperti telur ceplok terjadi karena interaksi antara air yang menggenang di dasar kawah dengan gas vulkanik, terutama senyawa sulfur atau belerang, serta batuan dan mineral hasil alterasi hidrotermal," kata Daryono dalam keterangannya, dikutip Senin (21/9/2026).
Menurutnya, warna kuning yang berada di bagian tengah berkaitan dengan keberadaan sulfur atau belerang dan material mineral yang terbentuk maupun terlarut akibat aktivitas vulkanik.
Sementara itu, warna putih yang mengelilingi bagian kuning berasal dari batuan dan mineral yang mengalami perubahan atau alterasi akibat interaksi dengan fluida serta gas panas dari aktivitas vulkanik.
Artikel Terkait
Gunung Bromo Terbakar, Api di Blok Jantur Makin Dekati Rumah Warga
Kelihatan Keren, Ternyata Jadi Jurnalis Penuh Tantangan
Bandara Ngurah Rai Bakal Gelar Simulasi Darurat, Penumpang Diminta Tetap Tenang
Kementerian PU Bangun 3 Sekolah Rakyat di Papua, Ditargetkan Rampung 2027
Anggaran Belum Cair, Operasional SPPG MBG di Simeulue Terhenti Sementara