Jumat, 30 Oktober 2026

Jangan Cuma Nonton! Begini Pertolongan Saat Seseorang Alami Henti Jantung

Photo Author
Glowor, Beritaidn.com
- Minggu, 27 September 2026 | 11:30 WIB
Jangan Cuma Nonton! Begini Pertolongan Saat Seseorang Alami Henti Jantung (Beritaonline.co - ilustrasi)
Jangan Cuma Nonton! Begini Pertolongan Saat Seseorang Alami Henti Jantung (Beritaonline.co - ilustrasi)

“Kalau tidak ada aliran darah, berarti tidak ada oksigen. Dalam tiga sampai lima menit, otak bisa mengalami kerusakan permanen,” jelasnya.

Baca Juga: Layanan Pengundangan Badan Hukum Diintegrasikan, Kemenkum Dorong Administrasi Lebih Cepat dan Transparan

Jadi, kalau ada orang mengalami henti jantung, jangan sampai pertolongannya malah berubah jadi acara “minum dulu biar enakan”.

Dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan adalah segera meminta bantuan medis dan melakukan kompresi dada sesuai panduan pertolongan pertama.

Selain membahas pertolongan pertama, Agus mengingatkan masyarakat agar lebih mengenali kondisi detak jantung.

Pada orang dewasa dalam kondisi istirahat, detak jantung normal umumnya berada di kisaran 60 hingga 100 kali per menit.

Baca Juga: Iran Peringatkan Konflik AS-Israel Bisa Meluas, Samudera Hindia Ikut Disebut

Detak jantung di atas 100 kali per menit dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti aktivitas fisik, demam, maupun gangguan irama jantung.

Sebaliknya, detak jantung yang terlalu lambat dan tidak meningkat sesuai kebutuhan tubuh juga perlu mendapat perhatian.

Agus mencontohkan kondisi total AV block, yakni gangguan hantaran listrik jantung yang dapat membuat detak jantung tetap lambat meskipun seseorang melakukan aktivitas fisik.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, pusing hingga pingsan dan membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Juga: GBK Jadi Pusat Perhatian, Macet Mengintai: Yang Kagak Nonton, Cari Jalan Alternatif!

Agus juga mengingatkan masyarakat mengenai penyakit jantung koroner yang dapat terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung.

Karena itu, menjaga kesehatan jantung sebaiknya dilakukan sejak sekarang. Bukan nunggu badan kasih “surat peringatan” dulu baru mulai olahraga.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain menjaga pola makan dan keseimbangan gizi, menghindari rokok, mengelola stres, memantau tekanan darah, serta berolahraga secara teratur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Glowor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X