Baca Juga: Bulog Jelaskan Perbedaan Beras Premium untuk MBG dan Beras Fortifikasi
Namun, dugaan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum. Jadi, bukan sekadar ramai di media sosial lalu langsung dianggap sebagai fakta final.
Yang bikin cerita ini makin menarik, MAKI juga menyoroti informasi bahwa sejumlah bangunan tersebut diduga dibangun oleh narapidana tertentu.
Bahkan, menurut informasi yang disampaikan Boyamin, fasilitas yang disebut mirip apartemen itu diduga disewakan kepada narapidana yang memiliki kemampuan finansial.
Kalau benar, tentu muncul pertanyaan baru: bagaimana mekanisme pembangunan, pengelolaan, hingga penyewaan bangunan tersebut bisa berjalan di dalam lingkungan lapas?
“Jelas saja kalau itu dihancurkan, itu kan berarti menghilangkan barang bukti,” kata Boyamin.
Baca Juga: Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus Rp8,3 Juta, Mulai Kerja 1 Oktober 2026
Bagi MAKI, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan merobohkan bangunannya.
Justru, menurut mereka, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui siapa yang membangun, siapa yang membiayai, siapa yang mengelola, serta apakah ada keuntungan atau aliran uang dalam praktik tersebut.
MAKI mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait pengelolaan fasilitas di Lapas Cibinong.
Boyamin juga menduga persoalan serupa tidak menutup kemungkinan terjadi di lembaga pemasyarakatan lain.
Karena itu, menurut dia, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti di Cibinong saja apabila ditemukan indikasi serupa di tempat lain.
Sementara itu, berbagai dugaan terkait gratifikasi, pungli, maupun praktik penyewaan fasilitas tersebut masih merupakan tudingan yang membutuhkan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Yang jelas, kasus bangunan mewah di dalam lapas ini membuat publik kembali bertanya-tanya: kok bisa ada fasilitas rasa apartemen di balik tembok penjara?
Kalau memang ada pelanggaran, ya harus dibongkar sampai terang. Jangan sampai yang dibongkar cuma bangunannya, sementara cerita di baliknya malah ikut menghilang. ***
Artikel Terkait
Jangan Cuma Nonton! Begini Pertolongan Saat Seseorang Alami Henti Jantung
Tawuran di Makassar Berakhir Tragis, Polisi Cari CCTV dan Periksa Saksi
Zaman Makin Canggih, Tawuran Diduga Dimobilisasi Lewat Instagram, 3 Pelajar Diperiksa Polisi
Awas Jangan Berlente-Lente di Jalan Surabaya, Tilang Manual Balik Lagi!
Kena Blokir ETLE? Jangan Panik, Sekarang Bisa Urus Langsung di Samsat