Tidak semua satuan pendidikan memiliki akses listrik dan jaringan internet yang memadai sehingga proses belajar tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
Baca Juga: TNI adalah Tentara Rakyat, Bukan Tentara yang Merasa Paling Hebat
Untuk sekolah yang mengalami kendala teknis tersebut, pembelajaran dapat dialihkan menggunakan modul tertulis. Guru kemudian memberikan tugas mandiri yang dapat dikerjakan siswa dari rumah.
Dengan mekanisme tersebut, kegiatan pendidikan tetap dapat berlangsung tanpa mengharuskan siswa datang ke sekolah dan terpapar kondisi udara yang sedang tidak sehat.
Penyesuaian ini juga memungkinkan proses belajar tetap berjalan meskipun sarana pembelajaran daring tidak tersedia secara optimal.
Di sisi lain, kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Riau masih menjadi perhatian.
Baca Juga: Klaster Mewah di Lapas Cibinong Terbongkar, Kalapas Nonaktif Kena Sanksi Berat
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal menyebut beberapa daerah masih diselimuti kabut asap.
Edy mengatakan kabut asap tersebut diduga berasal dari asap kiriman dari provinsi lain.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini tidak ditemukan titik api di wilayah Riau. Namun, sejumlah titik api dilaporkan terdapat di Sumatera Selatan.
“Asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kualitas udara di wilayah Riau masih perlu mendapat perhatian.
Sementara itu, PJJ di Pekanbaru diberlakukan selama dua hari, yakni 6-7 Oktober 2026, sambil menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan perkembangan kondisi kualitas udara.***
Artikel Terkait
Warga Tak Pesan Parfum, Eh Malah Dapat Paket Bau Limbah Kotoran Sapi
Densus 88 Gerak Cepat, 3 Terduga Teroris Ditangkap di Sulawesi Tengah
Pelaku Curanmor Cari Jampi-Jampi ke Dukun, Tapi Tetap Kepergok Polisi
Mendagri Tito Karnavian Makan Liwet Bareng Sopir Truk Sebelum Antar 500 Ribu Genteng
Kartu Pers Bukan Kartu Sakti, PWI Minta Wartawan Nakal Ditindak