nusantara

Viral Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG, Berujung Dipecat

Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:55 WIB
Viral Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG, Berujung Dipecat (Beritaonline.co - ilustrasi)

Beritaonline.co - Media sosial kembali dibuat heboh. Kali ini bukan gara-gara tren joget atau drama netizen, melainkan ulah dua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Galang Barat 2 yang videonya viral setelah dinilai mencemooh korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Keduanya menjadi sorotan setelah melakukan siaran langsung di TikTok. Dalam live tersebut, mereka mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak pantas karena membahas kasus keracunan MBG dengan nada mengejek.

Bukannya ikut prihatin terhadap warga, terutama anak-anak yang terdampak, pernyataan keduanya justru membuat kolom komentar netizen mendidih.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila, Prabowo Pimpin Upacara di Monumen Pancasila Sakti

Alhasil, bukannya dapat tepuk tangan, malah dapat “rapor merah” dari warganet.

Dalam video yang beredar, kedua pegawai tersebut bahkan menyebut tempat mereka bekerja sebagai “MBG Beracun”.

Mereka juga mempertanyakan korban yang disebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi telur.

Salah satu pegawai juga membandingkan kondisi tersebut dengan dirinya yang mengaku tidak mengalami keracunan meski telah mengonsumsi empat kotak susu dari paket MBG.

Baca Juga: Perlukah Gen Z Belajar Sejarah G30S? Ini Pentingnya Menjaga Ingatan Masa Lalu

“Kalian kalau dikasih daging nggak keracunan, tapi kalau dikasih telur keracunan, kami aja minum empat kotak susu nggak ada keracunan,” demikian pernyataan yang terdengar dalam video tersebut.

Pernyataan itu kemudian menyebar luas di media sosial. Warganet pun ramai memberikan kritik karena menilai candaan mengenai korban keracunan bukanlah sesuatu yang pantas, apalagi disampaikan oleh pegawai yang bekerja dalam layanan pemenuhan gizi.

Di dunia maya, satu video bisa melaju lebih cepat daripada motor dikejar deadline. Begitu video tersebut beredar, respons netizen pun bermunculan.

Banyak warganet menilai tindakan kedua pegawai tersebut menunjukkan kurangnya empati kepada korban dan keluarga yang terdampak.

Baca Juga: Belum Kelar Diusut, Bangunan Mewah Lapas Cibinong Malah Dihancurkan

Halaman:

Tags

Terkini