Beritaonline.co - Rumah sendiri idealnya menjadi tempat paling nyaman untuk pulang. Setelah seharian beraktivitas, tinggal buka pintu, duduk santai, lalu menikmati suasana rumah.
Tapi bagaimana kalau yang menyambut setiap hari bukan aroma masakan dari dapur, melainkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah kotoran sapi?
Hal itu dikeluhkan Kharisma, warga RT 06/RW 06, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Ia mengaku sudah sekitar lima tahun menghadapi persoalan bau limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas dan lokasinya berada di samping rumah.
Baca Juga: Dari Reskrim hingga Kepala BNN, Kini Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Buat sebagian orang, aroma kandang sapi mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi kalau berlangsung bertahun-tahun dan baunya masuk ke dalam rumah, tentu ceritanya menjadi berbeda.
Jendela dibuka berharap dapat udara segar, eh yang datang malah “parfum alami” yang tidak pernah dipesan.
Kharisma mengeluhkan aroma menyengat yang disebut berasal dari limbah kotoran sapi tersebut.
Bau semakin terasa ketika angin bertiup dari arah lokasi limbah menuju permukiman.
Baca Juga: Viral Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG, Berujung Dipecat
Kondisi di lapangan juga menjadi perhatian ketika tim gabungan mendatangi lokasi. Terlihat tumpukan kotoran sapi dalam jumlah besar di area tersebut. Sebagian limbah tampak telah diratakan.
Lahan tersebut juga dibatasi dengan parit yang dibuat dari cor semen. Kondisi itu membuat limbah cair dan padat tertahan di area tersebut.
Limbah kemudian terlihat mengendap dan membentuk genangan yang disebut mengeluarkan aroma cukup menyengat.
Posisi lahan yang lebih tinggi dari rumah warga juga menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan.