Jumat, 30 Oktober 2026

Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata

Photo Author
Glowor, Beritaidn.com
- Selasa, 29 September 2026 | 13:58 WIB
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata (Beritaonline.co - ilustrasi)
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata (Beritaonline.co - ilustrasi)

Baca Juga: Prabowo Datang Takziah, Obrolan dengan Megawati Ikut Bahas Bangsa

Gagasan tersebut kemudian masuk tahap berikutnya.

Pada 23 Maret 1960, dibentuk tim penasihat untuk mengkaji pembentukan satuan wanita di lingkungan Angkatan Darat.

Proses tersebut juga tidak lepas dari perjuangan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang melakukan negosiasi agar keberadaan tentara perempuan bisa diformalkan dalam angkatan bersenjata.

Setelah melalui pembahasan, akhirnya keluar Surat Keputusan Men/Pangad Nomor Kpts-1056/12/1960 pada 21 Desember 1960 yang mengesahkan pendirian Korps Wanita Angkatan Darat atau Kowad.

Tanggal 22 Desember 1960 kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kowad. Dalam perkembangannya, tanggal tersebut juga dikaitkan dengan peringatan Hari Ibu.

Baca Juga: 52 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Pembayaran Iuran

Jadi, tanggal 22 Desember ternyata punya “double agenda”: memperingati Hari Ibu sekaligus menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya Kowad.

Namun, jangan dibayangkan sejak awal anggota Kowad langsung turun ke medan tempur dengan senjata lengkap seperti adegan film perang.

Pada masa awal pembentukannya, peran Kowad lebih banyak ditempatkan pada bidang yang dianggap membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan tertentu.

Berdasarkan hasil negosiasi Kowani, perempuan pada masa itu diarahkan untuk menjalankan tugas yang dianggap sesuai dengan pandangan mengenai peran perempuan ketika itu.

Baca Juga: 172 Peserta PPDS Unair Alami Mual dan Muntah, Sampel Makanan Diperiksa

Tugasnya antara lain merawat anggota TNI yang sakit, membuat dapur umum, menjahit seragam, serta membantu mendistribusikan senjata dan informasi.

Selain itu, Kowad juga menjalankan berbagai tugas profesional non-tempur.

Mulai dari administrasi, membantu kegiatan perwira tinggi, urusan protokol, mengajar bahasa asing, hingga mendukung kesejahteraan dan kondisi sosial di lingkungan militer.

Kalau bahasa zaman sekarang, mereka bukan cuma “bagian pendukung”. Mereka sudah punya pekerjaan dan tanggung jawab yang cukup beragam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Glowor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X