Jumat, 30 Oktober 2026

Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata

Photo Author
Glowor, Beritaidn.com
- Selasa, 29 September 2026 | 13:58 WIB
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata (Beritaonline.co - ilustrasi)
Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata (Beritaonline.co - ilustrasi)

Baca Juga: Praperadilan Silmy Karim Masuk Tahap Putusan, 15 Surat KPK Digugat

Seiring perkembangan zaman, pandangan mengenai peran perempuan dalam militer juga mengalami perubahan.

Kowad yang awalnya lebih banyak ditempatkan pada tugas non-tempur kemudian mendapatkan ruang yang lebih luas.

Dalam perkembangan berikutnya, perempuan juga mulai dipercaya mengemban tugas yang berkaitan dengan kemampuan tempur dan persenjataan.

Salah satu momentum penting terjadi pada masa pemekaran organisasi militer pada 1995–1996.

Baca Juga: KPK Bongkar BPN Jatim, Duit Dolar dan Perhiasan Diduga Emas Jadi Barang Bukti

Dalam periode tersebut, anggota Kowad mulai masuk dalam lingkungan pasukan baret merah yang identik dengan Kopassus dan menjalankan tugas yang juga berkaitan dengan penggunaan senjata.

Perkembangan ini menjadi bagian dari perubahan panjang perjalanan perempuan di tubuh TNI Angkatan Darat.

Kalau melihat perjalanan dari awal, pembentukan Kowad memang tidak terjadi dalam semalam.

Gagasannya sempat mendapat penolakan karena dianggap belum terlalu diperlukan. Tetapi dukungan dari sejumlah tokoh militer, pemerintah, serta perjuangan organisasi perempuan membuat gagasan tersebut akhirnya terwujud.

Baca Juga: Jangan Cuma Nonton! Begini Pertolongan Saat Seseorang Alami Henti Jantung

Dari situlah Kowad berkembang dan menjadi bagian dari sejarah panjang keterlibatan perempuan dalam pertahanan negara.

Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa peran perempuan dalam dunia militer terus mengalami perubahan mengikuti kebutuhan organisasi dan perkembangan zaman.

Kalau dulu tugasnya lebih banyak berkutat pada administrasi, kesehatan, logistik, dapur umum, hingga protokol, kini perempuan di lingkungan TNI memiliki kesempatan untuk mengemban tugas yang semakin beragam.

Jadi, kalau ada yang mengira sejarah tentara perempuan dimulai karena “butuh tambahan personel”, ceritanya ternyata jauh lebih panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Glowor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X