peristiwa

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Arosuka, Petugas Masih Lakukan Evakuasi dan Pendataan

Selasa, 22 September 2026 | 09:55 WIB
Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Arosuka, Petugas Masih Lakukan Evakuasi dan Pendataan (ilustrasi/Beritaonline.co)

Khairul mengatakan penanganan dilakukan bersama unsur terkait dengan koordinasi pemerintah daerah.

Hingga Selasa pagi, petugas masih melaksanakan sejumlah langkah darurat, mulai dari evakuasi warga hingga pendataan kerusakan.

Menurut BPBD, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Sabtu menjadi pemicu meningkatnya debit air.

Baca Juga: Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung

Kondisi tersebut kemudian menyebabkan banjir bandang di beberapa kawasan.

Hujan dengan intensitas tinggi membuat petugas tetap melakukan pemantauan terhadap situasi di wilayah terdampak.

Potensi banjir susulan juga menjadi perhatian dalam proses penanganan bencana.

BPBD Kabupaten Solok mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Baca Juga: Struktur TNI AD Diperluas, 5 Kodam Baru Disiapkan di Sejumlah Daerah

Warga juga diminta mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan.

Penanganan bencana masih berlangsung hingga Selasa. Petugas gabungan terus melakukan penyisiran, evakuasi, dan pendataan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengetahui dampak banjir bandang secara menyeluruh.

Proses pendataan juga menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana karena jumlah korban, pengungsi, fasilitas terdampak, dan kendaraan yang mengalami kerusakan masih dapat diperbarui sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.

Dengan penanganan yang masih berlangsung, pemerintah daerah bersama petugas gabungan terus memantau kondisi kawasan terdampak.

Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi dan tidak mengabaikan arahan petugas, terutama jika terjadi perubahan kondisi cuaca dan peningkatan debit air.***

 
 
 
 
 

Halaman:

Tags

Terkini