Beritaonline.co - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya punya misi mulia bikin anak-anak kenyang, sehat, dan makin semangat belajar.
Tapi belakangan muncul pertanyaan yang bikin orang tua ikut garuk-garuk kepala, kenapa kasus dugaan keracunan setelah menyantap MBG masih saja terjadi?
Terbaru, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan. Hingga 29 September 2026, tercatat sekitar 700 penerima manfaat mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Penanganan medis sekaligus investigasi penyebabnya masih berlangsung.
Baca Juga: 172 Peserta PPDS Unair Alami Mual dan Muntah, Sampel Makanan Diperiksa
Nah, ini yang bikin publik bertanya-tanya. Pemerintah sudah turun tangan, pemeriksaan dilakukan, dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dipantau.
Bahkan pejabat pusat sampai daerah ikut melihat langsung kondisi korban.
Tapi kok kasusnya masih muncul?
Jawabannya ternyata tidak bisa sesimpel, “habis makan lalu sakit, berarti makanannya pasti penyebabnya.
Baca Juga: 52 Juta Peserta Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Pembayaran Iuran
” Dalam kasus keracunan pangan, penyebab pastinya harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan laboratorium.
Dari Sekolah, Keluhannya Beragam
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SD Negeri Pasusukan, Kecamatan Bawang.
Sebanyak 26 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Selain siswa, tujuh orang lainnya, termasuk kepala sekolah, juga turut terdampak.
Artikel Terkait
Hati-hati! Tramadol Dijual Bebas Lewat Media Sosial, Ini Risikonya
Polisi Bongkar "Dapur" Narkoba di Jakarta Pusat, Barang Mau Dijual Lewat Medsos
Jual Lewat Facebook Marketplace, Tiga Pencuri Raket Padel di Bekasi Tertangkap
Begal Keliling Cari Mangsa, Tiga Pelaku Diciduk Polisi di Pulogadung
Bukan Cuma Ngebul, Vape Etomidate Berujung Kasus Hukum, 735 Cartridge Diamankan