Baca Juga: Polri Tambah 34 Jenderal Baru, Pangkat Naik Tanggung Jawab Jangan Ketinggalan
BGN juga menempatkan keamanan pangan sebagai hal yang harus menjadi perhatian utama.
Terus, Kenapa Masih Bisa Terjadi?
Inilah pertanyaan besarnya.
Sidak atau pemeriksaan memang penting. Tetapi pemeriksaan sesaat belum tentu otomatis menjamin seluruh proses produksi makanan aman setiap hari.
Baca Juga: Bullying Makin Marak, Orang Tua dan Sekolah Jangan Cuma Geleng-Geleng Kepala
Penyediaan makanan dalam jumlah besar punya banyak tahapan. Mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, proses memasak, waktu pengolahan, pengemasan, distribusi, sampai makanan diterima dan dikonsumsi.
Kalau ada satu saja tahapan yang tidak sesuai standar, tentu harus dievaluasi.
Dalam pemeriksaan awal kasus Batang, BGN dilaporkan menemukan adanya persoalan terkait pengolahan telur.
Telur untuk menu MBG disebut telah diolah sejak malam dan kemudian dipanaskan kembali beberapa jam setelahnya. Temuan tersebut menjadi salah satu hal yang diperiksa dalam investigasi.
Baca Juga: QRIS Makin Ngegas! 44,86 Juta Merchant Sudah Terhubung Ekonomi Digital
Namun, temuan awal tersebut belum boleh langsung dianggap sebagai penyebab pasti sakitnya para penerima manfaat. Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Program MBG sebenarnya memiliki tujuan yang jelas, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.
Karena itu, persoalan keamanan pangan menjadi bagian yang tidak kalah penting dari kandungan gizinya.
Makanan bergizi tentu harus memenuhi dua syarat sekaligus: bergizi dan aman dikonsumsi.
Artikel Terkait
Hati-hati! Tramadol Dijual Bebas Lewat Media Sosial, Ini Risikonya
Polisi Bongkar "Dapur" Narkoba di Jakarta Pusat, Barang Mau Dijual Lewat Medsos
Jual Lewat Facebook Marketplace, Tiga Pencuri Raket Padel di Bekasi Tertangkap
Begal Keliling Cari Mangsa, Tiga Pelaku Diciduk Polisi di Pulogadung
Bukan Cuma Ngebul, Vape Etomidate Berujung Kasus Hukum, 735 Cartridge Diamankan