Baca Juga: Resep Nasi Kuning Gurih dan Pulen, Cocok untuk Sarapan hingga Sajian Acara Keluarga
Selain petugas, pemeriksaan juga dilakukan terhadap warga binaan yang diduga berada di lokasi dalam video.
Dari pemeriksaan awal, sekitar 22 warga binaan diketahui berada di kamar yang menjadi lokasi dalam video tersebut.
Sementara itu, tiga hingga empat orang lainnya masih didalami lebih lanjut untuk mengetahui keterlibatan mereka dalam dugaan pelanggaran tersebut.
Artinya, kasus ini belum bisa disimpulkan hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial. Pemeriksaan tetap harus dilakukan untuk mengurai fakta sebenarnya.
Baca Juga: Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen Sehari Setelah Suyudi Resmi Jadi Kapolri
Maklum, di zaman sekarang video bisa viral dalam hitungan menit. Tapi untuk memastikan siapa yang benar-benar terlibat, tentu tidak bisa pakai metode “kata netizen”.
Ario memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan responsif.
Apabila nantinya ditemukan pihak yang terbukti terlibat, sanksi akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif,” kata Ario.
Baca Juga: Kapolri Suyudi Gercep, Kabareskrim hingga Kadensus 88 Dapat Wajah Baru
Sebelumnya, media sosial ramai dengan beredarnya video yang dinarasikan sebagai dugaan pesta narkoba di dalam lingkungan Rutan Depok.
Video tersebut kemudian menjadi perhatian pihak rutan. Investigasi internal pun dilakukan untuk memastikan fakta di balik rekaman yang beredar.
Saat ini, proses pemeriksaan masih berjalan. Pihak Rutan Depok bersama tim gabungan dan aparat penegak hukum masih mengurai bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana barang terlarang diduga bisa masuk ke dalam rutan.
Jadi, untuk sementara jangan buru-buru bikin vonis versi kolom komentar. Biar petugas yang bekerja, fakta yang bicara, dan aturan yang menentukan.***