Akibatnya, sekitar empat hektare lahan terbakar. Petugas BPBD bersama Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan langsung melakukan pemadaman, dilanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang diam-diam masih menyimpan potensi kebakaran.
Hingga Sabtu (7/11/2026), api dilaporkan sudah berhasil dipadamkan.
Masih di Sulawesi Tenggara, kebakaran juga terjadi di Desa Tembe, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Kamis (5/11/2026). Sekitar satu hektare lahan dilaporkan terbakar.
BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat turun tangan hingga api berhasil dikendalikan.
Baca Juga: Shownu MONSTA X Alami Herniated Disc, STARSHIP Entertainment Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kabupaten Bombana rupanya sudah memasang kuda-kuda menghadapi ancaman musim kemarau.
Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan atau Lahan Tahun 2026 telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bombana Nomor 100.3.3.2-899 Tahun 2026.
Status tersebut berlaku mulai 1 Oktober hingga 30 November 2026.
Sementara itu, kondisi yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Pesona Taman Nasional Gunung Rinjani, Surga Wisata Alam dengan Pemandangan yang Memukau
Kebakaran melanda lahan perkebunan warga di kawasan Pegunungan Buntu Kamiri, meliputi Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, serta Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan.
Kebakaran yang terjadi Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 13.32 WITA itu diperkirakan menghanguskan enam hektare lahan.
Kondisi lahan yang kering ditambah angin kencang membuat api cepat merambat. Medan pegunungan yang terjal juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas saat melakukan pemadaman.
BPBD Kabupaten Luwu bersama Damkar, TNI, dan masyarakat melakukan pemadaman serta pendinginan secara manual.
Baca Juga: Jay Idzes Bermain 90 Menit, Sassuolo Dibungkam AS Roma Tiga Gol Tanpa Balas