Hingga Sabtu malam, api masih terpantau menyala di kawasan Gunung Buntu Kamiri. Sementara kebakaran di Desa Sampano berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.20 WITA.
Petugas masih membutuhkan dukungan peralatan pemadaman dan perlengkapan pelindung diri untuk menangani kebakaran di kawasan tersebut.
Belum selesai urusan api, persoalan lain muncul di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Warga di wilayah tersebut juga harus menghadapi kekeringan yang berlangsung sejak Agustus 2026.
Baca Juga: Jokowi Bawa Kenangan Sekolah ke Pengadilan, Roy Suryo Minta Ruang Sidang Ditertibkan
Dampaknya tidak main-main. Sebanyak 1.868 kepala keluarga atau sekitar 5.574 jiwa di 15 desa pada empat kecamatan terdampak berkurangnya cadangan air bersih.
Empat kecamatan tersebut meliputi Bulagi, Bulagi Selatan, Peijing Tengah, dan Bulagi Utara.
Bagi masyarakat, air bersih tentu bukan barang mewah yang bisa ditunda kebutuhannya. Untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari, semuanya membutuhkan air.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan telah menyalurkan sebanyak 520.000 liter air bersih ke 29 dusun.
Baca Juga: Takut Disadap? Jangan Cuma Curiga, Kenali Tanda-tandanya!
Setiap dusun atau desa mendapatkan dua bak penampungan dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Distribusi berikutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
BNPB mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering dan kebakaran lahan perlu mendapat perhatian serius.
Masyarakat juga diharapkan tidak sembarangan membakar lahan, terutama saat vegetasi mengering dan angin bertiup kencang.
Sebab, api kecil yang dianggap sepele bisa berubah menjadi kebakaran besar. Begitu pula air bersih, jangan sampai masyarakat baru menyadari pentingnya menjaga sumber air ketika persediaannya mulai menipis.