Nusakambangan pada masa sekarang berkembang sebagai pusat pembinaan dan rehabilitasi narapidana.
Baca Juga: AS Tegaskan Siap Bela Jepang dan Korea Selatan, Termasuk dengan Senjata Nuklir
Melalui Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 tentang revitalisasi pemasyarakatan, Nusakambangan menjadi salah satu lokasi percontohan pembinaan terintegrasi.
Sistem pemasyarakatan kemudian mengenal klasifikasi tingkat keamanan, mulai dari Super Maximum Security, Maximum Security, Medium Security hingga Minimum Security.
Program pembinaan pun semakin beragam. Narapidana dapat mengikuti kegiatan seperti pesantren, pertanian, kerajinan, batik hingga peternakan.
Bahkan, sejumlah hasil pembinaan tersebut dikembangkan untuk dipasarkan secara digital dan pernah diperkenalkan dalam ajang internasional.
Jadi, cerita Nusakambangan ternyata bukan cuma soal pulau yang dikelilingi laut dan tembok penjara.
Perjalanannya panjang, mulai dari benteng pertahanan, monumen alam, kawasan penjara kolonial, sampai berkembang menjadi pusat pembinaan pemasyarakatan.
Kalau pulau lain punya cerita soal wisata dan hiburan, Nusakambangan punya cerita sejarah yang beda jalur.
Di sini, yang dibangun bukan cuma tembok, tetapi juga sistem pembinaan yang terus berubah mengikuti zaman.***
Artikel Terkait
Selain Pasang Laut, Gelombang hingga 3 Meter Mengintai Perairan Bali
Bikin Gampang Warga, ETLE Satu Atap Diaktifkan di Samsat Polda Metro Jaya
Ulah Iseng Taruh Batu di Rel Kereta, Ancaman Penjara Sampai 15 Tahun!
Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Basarnas Tegaskan Pencarian Bukan Berarti Berhenti
Lapas Ngaseman Punya PRIMKOPASINDO, Bayar Belanja Nggak Lagi Pakai Cash