hukum-kriminal

KPK Bongkar BPN Jatim, Duit Dolar dan Perhiasan Diduga Emas Jadi Barang Bukti

Minggu, 27 September 2026 | 11:19 WIB
KPK Bongkar BPN Jatim, Duit Dolar dan Perhiasan Diduga Emas Jadi Barang Bukti (Beritaonline.co - ilustrasi)

Beritaonline.co - Kalau biasanya orang pergi ke kantor pertanahan buat ngurus sertifikat, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dengan urusan yang beda kelas.

Bukan bawa map permohonan tanah, tapi membawa daftar pencarian barang bukti.

Kali ini, KPK menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur pada Kamis (24/9/2026).

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah uang dalam mata uang asing, yakni dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Singapura (SGD).

Baca Juga: Bukan Cuma Kejar Berita, PWI Jaksel Juga Kejar Pahala Lewat Santunan Anak Yatim

Bukan cuma duit asing yang bikin penyidik buka mata. Sejumlah perhiasan yang diduga berbahan emas juga ikut diamankan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan temuan tersebut menambah daftar barang yang sebelumnya telah diamankan penyidik.

"Ada lembaran USD dan SGD. Kemudian dalam penggeledahan di Kanwil BPN Jatim, penyidik juga mengamankan beberapa perhiasan diduga emas," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Kalau duit rupiah mah sudah biasa. Tapi kalau USD sama SGD nongol barengan perhiasan diduga emas, penyidik tentu enggak bisa cuma bilang, "Oh, ya sudah, taruh situ."

Baca Juga: Cuaca Minggu Beragam, BMKG Catat Potensi Hujan di Sumatera hingga Papua

Barang-barang tersebut justru menjadi bagian penting yang akan didalami lebih lanjut dalam penyidikan.

Budi menjelaskan, penemuan mata uang asing tersebut menjadi petunjuk bagi penyidik untuk mendalami dugaan penerimaan uang dalam bentuk valuta asing di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.

Pertanyaannya pun mulai banyak. Duit itu buat apa? Siapa yang menerima? Dari mana asalnya? Dan yang enggak kalah penting, praktik tersebut sudah berlangsung sejak kapan?

"Penyidik akan dalami penerimaan tersebut untuk apa, siapa, dari mana, dan tentunya sejak kapan praktik itu dilakukan," ujar Budi.

Halaman:

Tags

Terkini