Beritaonline.co - HP bunyi terus gara-gara notifikasi tagihan pinjol? Baru mau rebahan, bunyi. Lagi makan, bunyi. Lagi mau tidur, bunyi lagi.
Rasanya HP bukan lagi alat komunikasi, tapi berubah jadi alarm cicilan 24 jam.
Apalagi kalau pesan yang masuk sudah pakai nada kasar, menekan, bahkan mengancam. Panik tentu wajar.
Kesal juga manusiawi. Tapi jangan sampai karena emosi, kita malah melakukan hal yang bikin masalah makin panjang.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 11 Tersangka, Jaringan Teror Diduga Main Lintas Provinsi
Tenang dulu. Tarik napas. Jangan langsung balas sambil emosi. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapi penagihan yang sudah kelewat batas.
Ketika debt collector menghubungi dengan bahasa kasar atau mengintimidasi, reaksi pertama biasanya ingin membalas dengan energi yang sama.
Jangan sampai percakapan berubah menjadi pertandingan adu bacot yang hadiahnya cuma bikin kepala tambah pening.
Tetap tenang dan komunikasikan seperlunya. Kalau memang memiliki kewajiban pembayaran, masalah utamanya tetap perlu diselesaikan secara bertahap sesuai kemampuan.
Baca Juga: Ada Dugaan Pesta Narkoba di Rutan, Petugas: Waduh, Ini Harus Dibongkar
Yang penting, jangan sampai tekanan dari penagihan membuat Anda mengambil pinjaman baru hanya untuk menutup pinjaman lama.
Gali lubang, tutup lubang, eh ternyata lubangnya makin banyak.
Kalau sudah ada chat, SMS, atau bentuk komunikasi lain yang berisi ancaman maupun intimidasi, simpan semuanya.
Screenshot percakapan, catat nomor yang menghubungi, waktu komunikasi, dan simpan bukti lainnya.
Artikel Terkait
Dolar Muncul di Sidang Kuota Haji, Saksi Ungkap Cerita di Balik Uang
Kekerasan Seksual Anak Jangan Dianggap Sepele, Hukum Harus Berpihak pada Korban
Kasus Dugaan Korupsi MBG Masuk Babak Baru, 6 Tersangka Segera Disidang
Jangan Sampai Agama Jadi Kostum, Sementara Uang Rakyat Jadi Godaan
Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Sidang Perdana TPPU Digelar Pekan Depan