Orang tua pun jangan cuma bertanya, “Nilai ulangan berapa?” Sesekali tanya juga, “Di sekolah aman nggak?” Pertanyaan sederhana begitu bisa membuka cerita yang mungkin selama ini disimpan anak.
Intinya begini, Bang. Sekolah itu tempat belajar, bukan arena buat mencari korban.
Bullying bukan sekadar persoalan siapa yang kuat dan siapa yang lemah. Ada hak anak yang harus dilindungi, ada aturan sekolah yang harus dijalankan, dan dalam keadaan tertentu ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan.
Bercanda boleh. Nongkrong boleh. Saling ledek juga mesti tahu batas. Kalau sudah membuat orang lain takut, terluka, dipermalukan, atau mengalami tekanan, jangan bilang, “Becanda doang, Bang.”
Karena kalau sudah berurusan dengan aturan, urusannya bisa bukan lagi ketawa-ketiwi, tapi harus mempertanggungjawabkan perbuatan sesuai hukum yang berlaku. (Awo)
Artikel Terkait
Sabu, Ekstasi hingga 173 Cartridge Etomidate Disita Polisi, Satu Tersangka Diamankan
Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Usai Temuan Fasilitas Mewah
Layanan Pengundangan Badan Hukum Diintegrasikan, Kemenkum Dorong Administrasi Lebih Cepat dan Transparan
Indonesia Hormati Pengampunan Mutlak Filipina untuk Mary Jane Veloso, Tanggung Jawab Kini Beralih ke Manila
KPK Bongkar BPN Jatim, Duit Dolar dan Perhiasan Diduga Emas Jadi Barang Bukti