Beritaonline.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi ngusut dugaan korupsi yang menyeret Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena.
Dari hasil penyidikan, KPK menduga Sirajudin ngantongin duit sekitar Rp11,53 miliar dari sejumlah penerimaan yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Dugaan itu disebut berlangsung sejak Sirajudin masih menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bolmut periode 2023-2024 sampai dirinya terpilih sebagai Bupati Bolmut periode 2025-2030.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, Sirajudin diduga menerima gratifikasi sekitar Rp11,4 miliar sepanjang 2023 sampai 2026.
Baca Juga: PWI Pusat Gaspol Transformasi Digital, 38 Portal Daerah Siap Diluncurkan
“ SJL diduga memperoleh penerimaan lainnya/gratifikasi dalam kurun waktu tahun 2023-2026 dengan total mencapai Rp11,4 miliar,” kata Taufik, Selasa (22/9/2026).
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp350 juta diduga berasal dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bolmut, Ali Dumbela, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Bolmut.
Sementara sekitar Rp10,79 miliar lainnya diduga berasal dari pihak lain.
Enggak cuma soal gratifikasi, KPK juga menduga Sirajudin melakukan pemerasan terhadap pihak swasta buat ngedapetin proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut.
Baca Juga: Duit Bertanda Tangan Purbaya Diburu Warga, BI Tegaskan Tetap Sah
Dugaan pemerasan itu bermula ketika Sirajudin diduga memasang tarif imbalan alias fee sebesar 10 persen dari setiap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Bolmut.
KPK juga menemukan dugaan Sirajudin menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bolmut buat mencatat nama-nama vendor atau rekanan yang bakal mengerjakan proyek.
“Sebelum proyek dimulai Kepala Dinas PUTR menghadap kepada Bupati dan sudah membawa daftar pekerjaan atau proyek beserta pihak vendor yang akan melakukan pekerjaan,” ujar Taufik.
Menurut KPK, Sirajudin kemudian diduga memetakan proyek-proyek tersebut dengan mencantumkan nama calon pemenangnya.
Baca Juga: Duit Rp100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Diburu Warga, BI Kasih Penjelasan