Ia hanya menjadi dekorasi.
Dan dekorasi, sebagus apa pun, tetap hanya dekorasi kalau tidak mengubah perilaku pemiliknya.
Korupsi juga bukan sekadar persoalan angka di rekening.
Di balik setiap rupiah uang negara, ada kepentingan masyarakat.
Ada orang yang menunggu jalan diperbaiki.
Ada siswa yang membutuhkan fasilitas pendidikan.
Ada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ada masyarakat kecil yang berharap mendapatkan pelayanan publik secara layak.
Karena itu, ketika uang publik disalahgunakan, dampaknya tidak berhenti pada pelaku.
Masyarakat ikut menanggung akibatnya.
Ironisnya, kadang pelaku justru tampil sebagai orang yang paling lantang berbicara tentang kepentingan rakyat.
Di depan kamera: “Kita harus membela rakyat.”
Di belakang meja: angka anggaran mulai dihitung.
Di depan masyarakat: “Jangan mengambil hak orang lain.”
Di ruangan tertutup: godaan mulai datang.
Artikel Terkait
Praperadilan Silmy Karim Masuk Tahap Putusan, 15 Surat KPK Digugat
Iming-iming Jadi Petugas Damkar Berujung Kerugian Rp70 Juta, Polisi Turun Tangan
Dolar Muncul di Sidang Kuota Haji, Saksi Ungkap Cerita di Balik Uang
Kekerasan Seksual Anak Jangan Dianggap Sepele, Hukum Harus Berpihak pada Korban
Kasus Dugaan Korupsi MBG Masuk Babak Baru, 6 Tersangka Segera Disidang