Tidak harus setiap hari bicara soal moral.
Tidak harus setiap saat tampil paling religius.
Yang penting ketika diberi amanah, amanah itu dijaga.
Ketika diberi kewenangan, kewenangan itu digunakan dengan benar.
Ketika memegang uang rakyat, uang tersebut diperlakukan sebagai amanah, bukan kesempatan.
Sebab pada akhirnya, publik akan menilai bukan hanya dari apa yang keluar dari mulut seseorang.
Tetapi dari apa yang dilakukan tangannya.
Kopiah boleh hitam.
Baju boleh rapi.
Gelar boleh panjang.
Pidato boleh berjam-jam.
Tetapi kalau perilakunya bertentangan dengan semua yang dibicarakan, masyarakat tentu punya hak untuk bertanya.
Baca Juga: Dulu Perempuan Dianggap Cukup di Belakang, Kini Kowad Bisa Panggul Senjata
“Kalau begitu, yang sedang dipakai itu agama atau sekadar citra?”
Pertanyaan tersebut mungkin terdengar pedas.
Artikel Terkait
Praperadilan Silmy Karim Masuk Tahap Putusan, 15 Surat KPK Digugat
Iming-iming Jadi Petugas Damkar Berujung Kerugian Rp70 Juta, Polisi Turun Tangan
Dolar Muncul di Sidang Kuota Haji, Saksi Ungkap Cerita di Balik Uang
Kekerasan Seksual Anak Jangan Dianggap Sepele, Hukum Harus Berpihak pada Korban
Kasus Dugaan Korupsi MBG Masuk Babak Baru, 6 Tersangka Segera Disidang