Lihat perilakunya.
Lihat bagaimana ia menggunakan jabatan.
Lihat bagaimana ia memperlakukan uang publik.
Dan yang paling penting, lihat apakah perkataannya sesuai dengan perbuatannya.
Di era media sosial, pencitraan memang gampang sekali dilakukan.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi MBG Masuk Babak Baru, 6 Tersangka Segera Disidang
Padahal, karakter seseorang tidak selesai hanya dengan satu unggahan.
Kalau ingin terlihat baik, media sosial bisa membantu.
Tetapi kalau ingin benar-benar menjadi orang baik, yang dibutuhkan adalah perilaku.
Inilah yang harus diperhatikan masyarakat.
Jangan sampai agama hanya muncul ketika seseorang membutuhkan simpati, suara, kepercayaan, atau dukungan publik.
Setelah kepercayaan didapat, nilai-nilai yang sebelumnya dibicarakan justru ditinggalkan.
Kalau sudah begitu, agama bukan lagi menjadi pedoman.